Banner

Selasa, 22 Mei 2012

Bank Dunia Keluarkan Data Lingkungan 200 Negara


Internasional | Minggu, 20 Mei 2012 16:16 WIB
  
________________________________________
 ilustrasi
Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Dunia mengeluarkan kompilasi tahunan data lingkungan yang mencakup lebih 200 negara. Data berisi informasi terkini mengenai pertanian, kehutanan dan biodiversitas, energi dan emisi serta sanitasi dan kelautan.

"Little Green Data Book 2012 adalah perangkat yang penting bagi negara-negara untuk mengukur, menilai dan mengelola sumber daya alam mereka," kata Wakil Presiden untuk Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia Rachel Kyte dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad (20/5).

Rachel Kyte memaparkan, di antara beragam pengukuran berkelanjutan, "Little Green Data Book" dari Bank Dunia juga meliputi indikator "Adjusted Net Savings" yang memperhitungkan tingkat nilai ekonomi sesungguhnya setelah melihat catatan investasi SDM, pengurasan sumber daya alam dan tingkat kerusakan akibat polusi.

Dalam buku tersebut juga mencakup indikator "Adjusted Net National Income", yang menghitung secara luas pendapatan nasional yang menyangkut dengan pengurasan energi, mineral dan sumber daya hutan. "Informasi dalam Little Green Data Book dapat membantu pembuat kebijakan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperhitungkan nilai sumber daya alam dan peran mereka dalam pembangunan," katanya.

Ia memaparkan, data dalam buku tahun 2012 ini juga memperkenalkan seperangkat indikator dalam lingkungan kelautan, termasuk persentase wilayah perairan suatu negara yang di dalamnya merupakan area yang terlindungi, terumbu karang dan hutan bakau serta mencakup volume perikanan tangkap dan budidaya.

Menurut dia, eksploitasi berlebihan dan pengelolaan yang buruk terkait dengan sumber daya kelautan telah menghasilkan kesempatan yang hilang untuk mengembangkan tingkat kesejahteraan, meningkatkan risiko dalam ketahanan pangan global dan menghilangkan kesempatan ekonomi bagi kaum miskin dunia.

"Kekayaan alam dari pangan perikanan, turisme berbasis alam, perlindungan pantai, penyimpanan karbon dan luasnya pengaturan ekosistem kelautan semuanya hanya bisa terjadi dengan kondisi laut yang sehat," kata Kyte.

Bank Dunia memperkirakan kekayaan perikanan global, bila dikelola dengan baik, dapat menghasilkan antara 120 - 900 miliar dolar AS per tahun, dengan potensial terbesar di Asia.

Selain itu, lembaga keuangan multilateral itu juga menyatakan sektor kelautan dan perikanan sangat penting antara lain bagi negara-negara berkembang yang berbentuk kepulauan kecil. Sedangkan bagi negara-negara berpendapatan rendah, sumber daya alam menjadi aset penting yang dapat mencakup hingga sekitar 36 persen dari kekayaan total yang mereka miliki.(MI/BEY)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar