Banner

Jumat, 13 April 2012

Menko Perekonomian dan Meristek Teken Prasasti MP3EI di Pelalawan



Betempat di Langgam, Pelalawan dilakukan penandatanganan Prasasti MP3EI. Adalah Menko Ekuin Hatta Rajasa dan Menristek Husti M Hatta yang menenennya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan ditunjuk BPPT Pusat sebagai salah satu kawasan industri hilir kelapa sawit wilayah Sumatera. Guna menyukseskan program tersebut Selasa (10/4/12) bertempat di gedung daerah Mangku Diraja, Menteri Perekonomian Ir. H. Hatta Rajasa, Menteri Riset dan Teknologi Prof. Dr. Ir. H Gusti M. Hatta menanda tangani prasasti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pada kesempatan tersebut, Merinstek menyebutkan, UU nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN tahun-2025, telah menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di arahkan kepada peningkatan daya saing dan ekonomi berbasis pengetahuan. Hal ini sejalan dengan MP3EI dengan mengintergrasikan 3 hal. Pertama, mengembangkan potensi ekonomi wilayah enam koridor ekonomi Indonesia yaitu salah satu ekonomi sumatera, kedua memperkuat konektivitas nasional yang integritasi secara lokal dan terhubung secara global, ketiga memperkuat kemampuan SDM dan Iptek nasional untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi.

Peningkatan kemampauan teknologi akan tumbuh lebih cepat apabila kemampuan inovasi terus didorong dan dibuat dalam kerangka yang lebih sistematis dan kondusif, sehingga setiap pemangku kepentingan seluruh stakholder dan sumber daya daerah, dapat bekerja sama untuk bersinergi menghasilkan sesuatu yang lebih besar.

Oleh karena itu, pengembangan, koridor ekonomi MP3EI harus di iringi, dengan penguatan klaster inovasi sebagai centre of exelence dalam rangka mendukung peningkatan kemampauan berinovasi untuk peningkatan daya saing. Pengembangan center of exelence tersebut diharapkan terintegrasi kuat dengan klaster-klaster unggulan yang terbentuk dalam kawasan yang dikenal dengan kawasan teknopolitan.

Kabupaten Pelalawan yang termasuk dalam koridor ekonomi sumatera telah menetapkan sistem inovasi daearah (Sida) sebagai tema penting dalam pengembangan daerahnya, yang mendukung pengembangan kawasan teknopolitan, industri sawit. Kelapa sawit merupakan kegiatan ekonomi utama di koridor sumatra, selain karet dan batubara. Kabupaten Pelalawan telah melakukan lompatan pola pikir dengan menggagas pembangunan teknopolitan untuk mendukung berkembangnya, potensi kelapa sawit.

Sementara itu, Meteri Perekonomian, Hatta Rajjasa, mendukung Kabupaten Pelalawan menjadi, kawasan teknolpolitan. Dengan, ditunjuknya kabupaten Pelalawan sebagai kawasan tekonopolitan, akan mempercepat laju pertumubuhan ekonomi.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala BPPT Pusat yakni Dr. Ir. Marzan Azis Iskandar, juga ikut membubuhkan tanda tangan MOU RPJMD Kabupaten Pelalawan, Gubernur Riau Rusli Zainal, sejumlah Kepala Daerah, Dirut Perusahaan Kelapa Sawit.***(feb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar