Banner

Kamis, 04 November 2010

Konsep diri... Siapakah kita?

Pada hakikatnya kita harus menyadari akan eksistensi diri kita, siapa diri kita, apa peran kita terhadap lingkungan (sosial). Lantas apa peran "diri" kita  atas dunia ini? adakah perubahan "dunia" ini tanpa diri kita dan atau tanpa diri kita?  akankan dunia kehilangan diri kita? untuk menjawab pertanyaan sederhana ini, cukup dengan menanyakan satu pertanyaan sederhana kepada diri kita "Apa yang telah kita berikan pada dunia ini?"

Untuk memberikan kontribusi yang berarti kepada banyak orang cukup dengan menjadi orang dengan kriteria:

1. Pribadi Santun
Cobalah untuk selalu berbicara santun kepada semua orang, niscaya kehadiran kita akan selalu ditunggu. pribadi yang santun adalah lawan atau kebalikan dari pribadi "sampah", Pribadi sampah? memang pribadi ini layaknya sampah, orang tidak merasakan nyaman dengan kehadiran orang yang seperti ini. so, kita sudah dapat mengetahui siapa diri kita.

Orang yang memiliki Pribadi santun akan selalu  berbicara santun. meminjam ungkapan Abdullah Gymnastiar, ketika segelas Kopi pasti akan mengeluarkan wangi kopi, segelas teh pasti akan mengeluarkan aroma teh juga. sedangkan jika aroma dari "maaf" kotoran maka akan mengeluarkan aroma yang tidak baik, aroma sampah akan mengeluarkan aroma yang tidak baik, maka demikian juga dengan pribadi kita, pribadi yang baik pasti akan mengeluarkan kata-kata yang baik, sedangkan jika kita mengeluarkan kata-kata yang kotor, maka kita sudah tahu pribadi kita seperti apa...

2. Pribadi "BAIK"
Kata baik, adalah kata yang sederhana, tapi cobalah tuk menelaah ungkapan "baik" secarah kritis, baik adalah berarti "melayani orang lain seperti melayani diri sendiri",  disini kita akan tahu indahnya kata pribadi yang baik ketika seorang teman memperlakukan temannya seperti ia memperlakukan dirinya sendiri, seorang pemimpin memperlakukan staffnya seperti ia memperlakukan dirinya sendiri.

Dengan menjadi pribadi seperti ini kita akan merasakan apa yang dirasakan orang lain, merasa laparnya orang lain  ketika orang lain lapar, merasakan takutnya ketika orang lain takut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar