Banner

Rabu, 18 Mei 2011

Docang, Sarapan Pagi Khas Cirebon

docang
Perpaduan lontong, daun singkong, tauge, dan krupuk, yang diguyur dengan sayur dage. Mencoba menu khas agaknya menjadi agenda wajib saat bertandang ke sebuah daerah. Setelah mencicip tahu gejrot, nasi jamblang dan empat gentong, Anda yang sedang bertandang ke Cirebon mungkin perlu mencoba docang.

Menu ini menjanjikan cita rasa gurih dengan perpaduan lontong, daun singkong, tauge, dan krupuk, yang diguyur dengan sayur dage atau tempe gembus yang dihancurkan, serta  taburan parutan kepala.

Bagi yang menyukai rasa pedas, kelezatan docang akan sempurna dengan imbuhan sambal goreng merah.

Docang menjadi menu sarapan khas bagi warga Cirebon. Menu ini banyak dijajakan pedagang kaki lima, keliling, atau pasar tradisional mulai pukul 06.00 sampai 10.00. Satu porsi docang biasanya dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp8.000.

Samidi, 56, pedagang docang di sekitar alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon mengatakan, makanan tradisional khas Cirebon ini sudah ada sejak jaman para wali. "Docang sudah ada sejak jaman Wali Sanga. Makanan ini juga merupakan hidangan pagi bagi keluarga keraton di Cirebon," katanya.

Jadi, saat bertandang ke Cirebon, jangan lewatkan sarapan docang!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar