Banner

Jumat, 22 April 2011

Jurus Hadapi Konflik di Kantor

Wanita Bekerja
Survei,75 persen waktu dan energi dikeluarkan untuk menghadapi konflik di kantor. Konflik adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Senyaman apa pun pekerjaan Anda saat ini, konflik baik dengan teman kerja, klien atau atasan akan selalu muncul. Diketahui cukup banyak wanita yang mengalami stres karena menghadapi konflik di kantor.

"Berdasarkan temuan lembaga psikologi, enam dari 10 wanita mempunyai masalah di tempat kerja dan 75 persen waktu dan energi dikeluarkan untuk menghadapi konflik di kantor," kata Ratih Ibrahim, psikolog dalam acara talkshow Rexona 'Dealing With Conflict in Workplace' di Jakarta.

Itu, menurut Ratih, karena ruang lingkup wanita yang kompleks dan dituntut menjalani semua perannya dengan baik. Peran wanita pekerja, terutama yang sudah menikah dan memiliki anak, memang cukup banyak. Harus menjadi ibu, istri, sekaligus pekerja profesional. Ini seringkali membuat konflik muncul bukan hanya dengan individu lain, tapi juga dengan diri sendiri.

Merupakan hal wajar jika Anda merasa gugup atau tidak tenang saat harus menghadapi konflik. Tetapi jangan sampai Anda terjebak dalam rasa ketakutan dan panik yang membuat konflik justru tidak teratasi dengan baik. Itu karena membiarkan konflik akan membuatnya semakin meruncing dan menurunkan produktivitas.

"Konflik itu bisa menurunkan kinerja dan produktivitas Anda sebagai pekerja. Kekhawatiran akan selalu muncul, pikiran jadi tidak fokus, pekerjaan pun bisa terbengkalai. Untuk itu hadapi konflik yang ada dengan kepercayaan diri kalau Anda bisa menyelesaikannya," kata Ratih.

Membangkitkan kepercayaan diri adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghadapi konflik. Tanamkan pada pikiran kalau konflik yang muncul akan bisa diatasi dengan baik. Cara ini bisa membuat Anda lebih tenang.

"Dengan pikiran yang tenang dan kepercayaan diri, Anda bisa berpikir kritis dan menganalisa masalah. Hal ini sangat penting agar Anda mampu untuk segera mencari solusi konflik," kata Ratih.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki fleksibilitas dalam memandang sebuah masalah. Yaitu dengan melihat dari berbagai sudut pandang dalam menilai sebuah masalah. Karena  fleksibilitas membuat seseorang akan menemukan banyak solusi, yang muncul dari berbagai sudut pandang, demi mengatasi konflik yang ada.

Selasa, 19 April 2011

Lima Jurus Melepas Jerat Utang

kartu kredit
Lilitan utang akan membelenggu hidup Anda dengan beban bunga yang terus membengkak. Tagihan terus datang dan utang menumpuk? Saat ini terjadi, Anda harus segera mengubah sikap dengan fokus keluar dari utang. Jika tidak, lilitan utang akan membelenggu hidup Anda dengan beban bunga yang terus membengkak.

Cobalah trik berikut sebagai panduan keluar dari masalah tagihan dan utang demi kemudahan masa depan, seperti yang dilansir dari She Knows:

1. Gunting kartu kredit Kartu kredit merupakan bentuk pinjaman dengan bunga tertinggi. Ubah mind set Anda, bahwa kartu kredit bukan ‘source of income’ yang bisa menjadi tambahan uang belanja, tapi kartu kredit adalah utang untuk keadaan emergency, bukan untuk membiayai gaya hidup sehari-hari.

Segera bayar lunas semua utang kartu kredit Anda. Kurangi juga jumlah kepemilikan kartu kredit. Cukup satu kartu untuk kebutuhan darurat. Singkirkan kartu kredit dari konsumsi tertier. Mulailah membayar sesuatu dengan uang tunai. Tidak punya uang di tangan? Jangan membeli!

2. Cari penghasilan tambahanSalah satu cara untuk memastikan Anda tidak jatuh kembali pada kartu kredit adalah memegang uang tunai lebih di tangan. Anda bisa mulai memikirkan cara untuk menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan atau lembur.  Ketika sudah mendapat uang lebih dalam kas, gunakan skala prioritas. Yang utama, gunakan untuk membayar utang, selebihnya untuk dana cadangan.

3. Melunasi utangPerlahan lunasi semua utang, mulai dari tagihan terkecil sampai berbesar. Yang satu lunas, hadapi yang lain. Perlahan-lahan namun pasti. Mungkin ini memakan waktu lama, tetapi Anda memiliki rencana yang solid untuk akhirnya bebas dari tagihan utang.

4. Simpan untuk keadaan daruratSetiap bulan, Anda harus mengatur dana darurat dan pastikan menyimpan jumlah minimum di dalam rekening. Dana darurat akan mencegah Anda menggunakan kartu kredit meski dalam kondisi mendadak. Simpan sekitar Rp5-10 juta dalam rekening. Ini akan berguna jika tiba-tiba Anda menghadapi masalah yang mengharuskan Anda mengeluarkan uang. Jangan sampai Anda berutang lagi.

5. Membayar tagihan tepat waktuSebisa mungkin pastikan Anda tidak terlambat dalam membayar tagihan utang. Jika memang Anda orang yang tidak teratur, catat tanggal jatuh tempo tagihan pada kalender. Anda juga dapat mengatur pembayaran otomatis dengan fasilitas perbankan. Pastikan jangan terlambat karena Anda akan berhadapan dengan biaya cerukan atau denda yang akan semakin memusingkan.