Banner

Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

Mari Berkenalan dengan Petugas Pajak

Pembaca opini yang budiman, pada kesempatan kali ini saya tertarik untuk menulis salah satu karya seni  perang dari Tsun Tzu yang terkenal itu yaitu kenali dirimu, kenali lawanmu dan kenali medan perang. Tentunya pembaca akan heran, apa hubungannya teori tersebut dengan judul tulisan ini. Sekedar mencoba menyamakan kalimat itu, tidak salah juga bila Penulis menggambarkan sebagai berikut: sebagai wajib pajak untuk dapat memahami perpajakan, maka kita harus mengenali diri kita sendiri, baik itu kondisi usaha atau pekerjaan kita dan sebagainya. Nah lawan kita itu (tentu bukan dalam bentuk perlawanan pada konflik ya) tentu saja aparat perpajakan. Medan perangnya adalah peraturan dan iklim perpajakan di Indonesia. (walaupun akan ada diantara para pembaca yang tidak setuju dengan hal ini, bisa saya maklumi)
Terkait dengan aparat perpajakan, apakah yang harus kita ketahui tentang mereka ? kelemahannya  agar dapat kita lawan kah? Tentu tidak. Kita mengenal petugas pajak justru untuk memudahkan pekerjaan kita khususnya terkait aturan perpajakan. Kita harus bekerja sama dengan mereka dan untuk bisa bekerja sama, kita harus kenal mereka.

Pada opini kali ini, kita akan mengenal petugas pajak yang ada di Kantor Pelayanan Pajak ( bukan yang ada di Kantor Wilayah atau pun Kantor Pusat). Pengenalan yang kita lakukan adalah pada profesi dan jabatannya, bukan pada namanya. Kalau anda kenal orangnya, yah itu urusan masing-masing. Ada pun bagian atau seksi yang ada di kantor pajak adalah sebagai berikut:
  • Seksi Pelayanan
  • Seksi Pengolahan Data dan Informasi
  • Seksi Ekstensifikasi
  • Seksi Pengawasan dan Konsultasi
  • Seksi Pemeriksaan
  • Seksi Penagihan
  • Subag Umum
  • Fungsional Pemeriksa
Penjabaran tugas mereka terkait kepentingan wajib pajak, kita bagi atas dua bagian berdasarkan intensitas pertemuan dengan wajib pajak dan kebutuhan dalam kegiatan organisasi yaitu:
  1. Internalisasi
  2. Eksternalisasi
Internalisasi disini maksudnya adalah seksi yang mengurusi kegiatan internal kantor pajak. Meskipun kegiatan mereka tak jarang bersentuhan dengan wajib pajak, tapi itu sangat jarang. Seksi yang terkait internalisasi adalah
  • Subag Umum yang bertugas mengurus sarana dan prasarana kelengkapan kegiatan kantor pajak, seperti bendaharawan gaji, administrasi pegawai dan bagian rumah tangga
  • Seksi pengolahan data dan Informasi; bagian ini yang mengolah SPT yang anda sampaikan, pada seksi ini juga yang memberikan data dan informasi wajib pajak yang dibutuhkan oleh petugas pajak lainnya.
  • Seksi pemeriksaan; petugas di seksi ini menyiapkan seluruh data yang dibutuhkan dalam pemeriksaan, jika anda melakukan restitusi atau kelebihan pembayaran pajak maka petugas seksi ini yang mengetahui rencana dan proses pemeriksaan terhadap anda
  • Seksi pelayanan; seksi ini sebenarnya tidak hanya mengurus internalisasi namun juga eksternalisasi (dalam hal ini adalah proses pendaftaran NPWP/PKP dan penyampaian SPT oleh Wajib Pajak, hanya saja karena bertemunya WP dan Petugas Cuma bisa di KPP, maka dimasukkan sebagai internalisasi). Untuk urusan internal, seksi ini mengurus arus dokumentasi SPT mulai dari yang disampaikan oleh wajib pajak ke seluruh seksi yang membutuhkan. Seksi ini mengurus banyak hal diantaranya konfirmasi faktur pajak, arsip dan dokumentasi Wajib Pajak, permohonan PKP/NPWP dan SPT wajib Pajak.
Berikutnya adalah eksternalisasi (sebagian besar kegiatan seksi ini berhubungan langsung dengan wajib pajak baik di lapangan maupun di KPP) yang terdiri atas empat seksi lainnya yaitu :
  • Seksi ekstensifikasi; anda yang tidak memiliki NPWP atau pun yang sudah seharusnya jadi PKP namun belum memiliki NPWP dan atau PKP, anda akan bertemu petugas dari seksi ekstensifikasi. Demikian halnya dengan anda yang sedang melakukan kegiatan Membangun Sendiri (PPN pasal 16D), bersiaplah dengan petugas ini (kadang dilapangan, yang sering datang adalah AR dari seksi Waskon).
  • seksi pengawasan dan konsultasi; ini adalah seksi yang paling sibuk di Kantor Pelayanan Pajak. pelaksana dari seksi ini disebut sebagai Account Representative (AR) yang mengurusi seluruh kegiatan wajib pajak, mulai dari hal yang sangat sederhana sampai hal penerimaan pajak. apa pun yang ingin anda tanyakan tentang pajak, mereka selalu siap membantu anda. Karena begitu banyak nya tugas para AR ini, rasanya harus ada bagian khusus yang akan mengulas tentang apa saja tugas AR ini. Atau mungkin anda bisa tanya pada para AR apa saja tugas mereka ( tokh mereka akan senang hati menjawab pertanyaan anda tentang masalah perpajakan)
  • fungsional pemeriksa pajak; tentu anda bertanya mengapa mereka tidak termasuk seksi pemeriksaan sedang pekerjaan mereka adalah melakukan pemeriksaan? Fungsional pemeriksa ini adalah jabatan fungsional yang diberikan kepada petugas pemeriksa sedangkan petugas seksi pemeriksaan adalah jabatan struktural. Pemeriksa pajak terdiri atas beberapa kelompok (pemimpin kelompok disebut supervisor), yang setiap kelompok terdiri atas beberapa tim yang dipimpin oleh ketua tim dan memiliki beberapa orang anggota tim pemeriksa. Jika SPT anda menyatakan lebih bayar, anda akan bertemu mereka. Atau kantor pusat anda sedang diperiksa, dan anda pegawai kantor cabang, bersiap sedialah bertemu mereka.
  • seksi penagihan; kalau anda bertemu dengan petugas seksi penagihan (khususnya juru sita) anda harus tahu bahwa itu karena anda telah  memiliki utang pajak. Mungkin tidak perlu saya jelaskan lebih lanjut, karena ketika anda sudah bertemu dengan para juru sita, anda sudah tahu lebih banyak.
Oh iya, pimpinan dari Kantor Pajak ini disebut Kepala Kantor, yang bertanggung jawab atas banyak hal di Kantor Pelayanan Pajak.
Semoga tulisan opini ini dapat membantu anda dan memberi anda kemudahan dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan anda. dan satu hal lagi, jika anda pembaca budiman, merupakan petugas di KPP dan merasa ada yang kurang dari tulisan ini, koreksi dan masukannya sangat berarti bagi penambah waswasan dan pengetahuan kita khususnya untuk dapat memahami pajak dengan bahasa yang sederhana.

sumber : http://mhs.blog.ui.ac.id/henry.truman/2012/05/18/mari-berkenalan-dengan-petugas-pajak/

Minggu, 02 Oktober 2011

Tips Cepat Mendapat Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

Siapa sih yang tidak ingin setelah lulus kuliah langsung dapet kerja?
Pasti tidak ada kan yang menginginkan tuk jadi seorang pengangguran?Namun pada kenyataannya saat ini banyak diantara mahasiswa-mahasiswa setelah selesai melalui proses studi dan memperoleh gelar sarjana banyak diantara mereka yang justru mengalami nasib yang sangat-sangat kurang menguntungkan.Alih-alih nasib mereka yang kurang menguntungkan,ternyata mereka juga belum cakap atau belum mempunyai kompetensi yang cukup memadai.Selain itu belum adanya budaya kerja yang tertanam dalam benak mahasiswa sehingga masih terbiasa dengan kebiasaan bermalas-malasan.Nah,berikut ini ada beberapa tips supaya sebagai alumni mahasiswa baru cepat mendapat pekerjaan dan terhindar dari status pengangguran.



1. Miliki pengetahuan teknik wawancara pekerjaan. Buku dan artikel tentang hal ini bisa kita dapatkan di toko buku ataupun di internet. Jangan khawatir mengenai biaya, karena banyak sekali artikel tentang teknik wawancara bisa didapat dengan gratis melalui internet.


2. Setahun sebelum perkiraan lulus kuliah, melamarlah untuk beberapa pekerjaan yang diminati, katakan didalam surat lamaran, bahwa saat ini anda masih kuliah, namun dalam persiapan menyusun skripsi. Cari juga beberapa lowongan kerja yang mungkin cocok untuk anda.

3. Saat melamar, jika calon pemberi kerja (perusahaan) mensyaratkan untuk mengirimkan berkas lamaran melalui pos, maka sebaiknya hanya menyertakan surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) atau riwayat hidup saja. Katakan didalam surat lamaran bahwa dokumen lainnya termasuk foto copy KTP akan diberikan menyusul. Tujuan dari hal ini adalah semata-mata untuk menghemat biaya melamar anda.



4. Untuk pekerjaan atau jabatan yang tidak harus memiliki latar belakang pendidikan khusus, seperti dokter, akuntan, arsitek atau engineer, maka walaupun calon pemberi kerja (perusahaan) telah mensyaratkan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan anda, jangan “takut” untuk tetap melamar.

5.Upayakan memiliki pengalaman kerja semasa anda kuliah, walaupun hanya berupa praktek kerja, atau pekerjaan paruh waktu, dan cantumkam pengalaman kerja ini dalam CV anda.



6. Aktivitas berorganisasi perlu juga disertakan saat menuliskan CV, sebab biasanya aktivitas organisasi banyak memberi kematangan dalam berinterkasi dan berkomunikasi yang tentunya dibutuhkan juga dalam dunia kerja. Mungkin saya juga bisa memberikan salah satu solusi yang paling baik adalah kita mulai dengan bisnis.



Nah, itulah beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan supaya kita dapat dengan mudah memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah.Jangan sampai kita setelah lulus kuliah justru menghadapi sebuah kenyataan pahit dengan tidak memperoleh pekerjaan.Pengangguran adalah sesuatu momok yang sangat menakutkan lagi menyakitkan untuk kita semua.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8663936

Minggu, 26 Juni 2011

Pertanyaan Menjebak Saat Wawancara dan Cara Mengatasinya

Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.



Kamis, 26 Mei 2011

Amankah Berteman dengan Atasan di Facebook?

Bekerja dengan atasan
Banyak perusahan mengecek akun Facebook pelamar sebelum mempekerjakannya. Media jejaring sosial sudah menjadi kebutuhan komunikasi di era digital. Namun sebagian orang enggan berteman dengan atasan dan rekan kerja di jejaring sosial.
Sebuah survei yang dilakukan perusahaan rekrutmen, Robert Half Finance & Accounting menemukan, 36 persen responden karyawan menganggap jejaring sosial merupakan salah satu biang masalah di tempat kerja. Alasannya, hubungan dengan rekan kerja dan atasan dapat mendatangkan malapetaka.

Sementara 63 persen karyawan merasa nyaman tetap berhubungan di media sosial seperti Facebook dan Twitter.
Seperti dikutip dari news.co.au, ketika ditanya apakah wajar saat atasan dan bawahan saling terhubung, 33 persen karyawan mengatakan mereka senang dapat terhubung ke atasan. Demikian pula sebanyak 34 persen atasan merasa nyaman berhubungan dengan bawahannya di dunia maya.

Survei yang sama mengungkap hanya 38 persen karyawan yang menyatakan perusahan memiliki aturan ketat mengenai aturan membuka jaringan sosial di tempat kerja.

Ada fenomena menarik dari survei ini. Semua perusahaan yang disurvei, menyatakan memeriksa akun Facebook calon karyawan yang akan mereka pekerjakan.

Survei ini dilakukan terhadap 1.651 karyawan, seperempat responden berasal dari Australia.

Selasa, 17 Mei 2011

Manfaatkan Emosi Agar Karir Anda Sukses

Wanita Bekerja
Ketahui bagaimana menunjukkan emosi dengan cara yang tepat. Banyak yang mengatakan, jangan terlalu menunjukkan emosi dalam hal profesionalisme. Tetapi, Anne Kreamer, seorang eksekutif  Nickelodeon dan penulis buku 'It’s Always Personal', tidak setuju dengan itu.

Menurut Anne, menutupi reaksi emosi, mengurangi kemampuan seseorang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebaliknya, dengan menunjukan emosi dalam pekerjaan dapat membantu Anda lebih unggul dari yang lain.

Ketahui bagaimana menunjukkan emosi dengan cara yang tepat. Menurut Anne, empat trik berikut bisa mengubah kondisi emosi jadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan karier.

1. Saat merasa marah

Libatkan diri dalam memecahkan masalah bersama. Dengan membiarkan emosi mengalir, bisa jadi cara untuk memunculkan banyak pilihan solusi. Nantinya bisa diputuskan mana yang terbaik. Menurut Anne, jika memang sedang berada di puncak amarah, lebih baik jadwalkan pertemuan individu, bukan dalam rapat besar.

"Waktu yang spesifik dan ruang pribadi terkadang sangat penting untuk mengatur batas emosi sehingga Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mencapai dan menjaga hubungan profesional yang konstruktif," kata Anne, seperti dikutip dari Reader Digest Magazine.
2. Saat merasa gugup
Perasaan gugup bisa datang kapan saja, tetapi jangan mengatasinya dengan menyendiri. Justru manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan membuat perencanaan dan berhentilah menunda-nunda pekerjaan.

Biasanya perasaan gugup muncul saat pekerjaan yang diberikan tidak jelas atau berlebihan. Identifikasi rasa gugup dan lakukan hal yang spesifik. Mintalah secara detail pada atasan terkait pekerjaan yang diberikan dan delegasikan beberapa pekerjaan jika memang Anda tak sanggup menyelesaikannya.

3. Saat merasa bahagia
Manfaatkan perasaan bahagia Anda untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Itu karena saat perasaan dalam keadaan baik, aktivitas otak akan lebih tinggi.

“Fokus pikiran akan makin tajam, level dopamin yang membuat ketenangan juga akan meningkat, sehingga membuat Anda akan memiliki banyak perspektif dalam memandang suatu masalah," kata Anne.

4. Saat ingin menangis
Menangis karena pekerjaan sebenarnya bukan pertanda kelemahan. Bukan juga menunjukan kalau Anda tidak merasa senang dengan pekerjaan.

“Itu adalah sinyal ada sebuah masalah yang harus segera diatasi. Segera cari tempat yang nyaman jika Anda merasa akan menangis. Lakukan analisis penyebab Anda ingin menangis, jangan biarkan terlalu lama tenggelam dalam emosi," kata Anne.

Riset: Penampilan Pengaruhi Karier Wanita

Wanita Karier
Berpenampilan menarik sangat membantu wanita mendapat pekerjaan lebih baik. Benarkah? Wanita sering dipandang sebelah mata di lingkungan kerjanya. Tak dapat dipungkiri seksisme masih menggejala di sejumlah tempat kerja. Seksisme membuat penilaian berdasarkan penampilan, bukan kemampuan.

Survei membuktikan bahwa hampir setengah wanita mengatakan fenomena tersebut masih terjadi. Sebanyak 44 persen mengatakan, rekan kerja pria bahkan telah membuat komentar yang tidak tepat mengenai penampilan mereka.

Marie Claire melakukan survei terhadap 3.000 wanita pekerja, yang menjadikan tempat kerja sebagai medan pertempuran untuk mendapat bayaran, promosi jabatan, dan tempat menghabiskan waktu.

Sebesar 46 persen wanita dengan rentang usia 18 hingga 55 tahun merasa mengalami seksisme. Hampir 63 persen dari responden juga percaya bahwa usia wanita menjadi masalah utama di tempat kerja, tidak seperti pria.

Berdasar kuesioner yang disebar, sebanyak 78 persen responden mengatakan bahwa memiliki penampilan menarik sangat membantu mereka mendapatkan pekerjaan lebih baik. Sedangkan 60 persen mengatakan bahwa wanita yang mengalami obesitas, atau gemuk menerima diskriminasi di tempat kerja.

Seperti dikutip dari Daily Mail, sekitar 60 persen wanita berpikir bahwa pria lebih sering mendapatkan kenaikan gaji. Bahkan, lebih dari 58 persen percaya telah kehilangan kesempatan promosi jabatan karena keberadaan rekan kerja pria.

Psikolog dan penulis terkemuka Ros Taylor mengatakan, masih terdapat ketidaksetaraan di mana petinggi perusahaan lebih melihat kinerja pekerja pria dibandingkan wanita. "Masalah utamanya adalah kesetaraan. Biasanya, pria dengan jabatan tinggi cenderung mempekerjakan dan mempromosikan pria yang mirip dengannya," ucapnya.

Profesor Taylor juga memberikan saran untuk melakukan diskriminasi positif seperti yang terjadi di Norwegia. Di negara tersebut, berlaku sistem kuota yang menegaskan presentasi staf perempuan, dan petinggi wanita dalam sebuah perusahaan.

Namun, lebih dari 53 persen responden tidak percaya hal tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan keterwakilan wanita dalam sebuah pekerjaan.

Jumat, 22 April 2011

Jurus Hadapi Konflik di Kantor

Wanita Bekerja
Survei,75 persen waktu dan energi dikeluarkan untuk menghadapi konflik di kantor. Konflik adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Senyaman apa pun pekerjaan Anda saat ini, konflik baik dengan teman kerja, klien atau atasan akan selalu muncul. Diketahui cukup banyak wanita yang mengalami stres karena menghadapi konflik di kantor.

"Berdasarkan temuan lembaga psikologi, enam dari 10 wanita mempunyai masalah di tempat kerja dan 75 persen waktu dan energi dikeluarkan untuk menghadapi konflik di kantor," kata Ratih Ibrahim, psikolog dalam acara talkshow Rexona 'Dealing With Conflict in Workplace' di Jakarta.

Itu, menurut Ratih, karena ruang lingkup wanita yang kompleks dan dituntut menjalani semua perannya dengan baik. Peran wanita pekerja, terutama yang sudah menikah dan memiliki anak, memang cukup banyak. Harus menjadi ibu, istri, sekaligus pekerja profesional. Ini seringkali membuat konflik muncul bukan hanya dengan individu lain, tapi juga dengan diri sendiri.

Merupakan hal wajar jika Anda merasa gugup atau tidak tenang saat harus menghadapi konflik. Tetapi jangan sampai Anda terjebak dalam rasa ketakutan dan panik yang membuat konflik justru tidak teratasi dengan baik. Itu karena membiarkan konflik akan membuatnya semakin meruncing dan menurunkan produktivitas.

"Konflik itu bisa menurunkan kinerja dan produktivitas Anda sebagai pekerja. Kekhawatiran akan selalu muncul, pikiran jadi tidak fokus, pekerjaan pun bisa terbengkalai. Untuk itu hadapi konflik yang ada dengan kepercayaan diri kalau Anda bisa menyelesaikannya," kata Ratih.

Membangkitkan kepercayaan diri adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghadapi konflik. Tanamkan pada pikiran kalau konflik yang muncul akan bisa diatasi dengan baik. Cara ini bisa membuat Anda lebih tenang.

"Dengan pikiran yang tenang dan kepercayaan diri, Anda bisa berpikir kritis dan menganalisa masalah. Hal ini sangat penting agar Anda mampu untuk segera mencari solusi konflik," kata Ratih.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki fleksibilitas dalam memandang sebuah masalah. Yaitu dengan melihat dari berbagai sudut pandang dalam menilai sebuah masalah. Karena  fleksibilitas membuat seseorang akan menemukan banyak solusi, yang muncul dari berbagai sudut pandang, demi mengatasi konflik yang ada.

Kamis, 14 April 2011

Trik Kendalikan Emosi di Tempat Kerja

Bertengkar di Kantor
Kenali strategi mengelola emosi di depan rekan kerja dan bawahan. Emosi bisa tersulut di mana saja dan pada saat tak terduga. Salah satunya di di kantor ketika Anda di kelilingi stres.

Dibandingkan pria, wanita lebih emosional. Terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan Caitlin Friedman dan Kimberly Yorio, penulis 'The Girl’s Guide to being a Boss' yang menyebutkan, atasan wanita umumnya banyak mendapat kritikan karena terlalu emosional sehingga terkesan kurang profesional. Padahal bisnis adalah bisnis, usaha yang dibangun melalui sebuah kebersamaan sejumlah individu yang memiliki gaya dan kepribadian berbeda-beda.

Dalam bukunya, kedua penulis itu mengungkapkan, hal-hal yang paling membuat karyawan wanita, terutama yang menduduki posisi atas, emosional adalah ketika memutuskan untuk merekrut, memecat, mengevaluasi, dan mempromosikan karyawan.

Ketika mengevaluasi misalnya, manajer yang baik seharusnya memperhatikan kelebihan dan kekurangan karyawan. Saat menemukan karyawan dengan kinerja di bawah rata-rata, ada dua pilihan yang bisa diambil. Memecat atau memberikan mereka kesempatan lagi.

Berbicara soal pemecatan bukanlah perkara enteng, karena memecat bisa berarti mengambil kelangsungan dan kesejahteraan kehidupan seseorang, bahkan mungkin kehidupan keluarganya. Emosi pasti akan ikut bermain di sini.
Agar pemimpin wanita mampu mengelola emosi di berbagai kondisi, berikut tipsnya:

1. Utamakan kepentingan lebih besar (perusahaan)Perasaan selalu menghasilkan sesuatu yang subyektif karena kerap ditunggangi perasaan like and dislike, atau kepentingan pribadi. Padahal untuk membuat sebuah kebijakan yang profesional dan tepat, dibutuhkan penilaian dan pertimbangan secara proporsional, tidak memihak, dan lepas dari segala kepentingan pribadi, kecuali kepentingan perusahaan.

2. Gunakan pikiran logisPikiran menghasilkkan sesuatu yang objektif, karena orang yang menggunakan pikiran akan melihat persoalan dari semua sisi dan berdasarkan fakta serta realita, bukan berdasarkan apa yang dia rasakan. Karenanya, orang yang memutuskan dengan berdasarkan pemikiran, akan menghasilkan kebijakan dan tindakan yang jauh lebih baik dan tidak emosional.

3. Berlatih konsisten Biang kekisruhan, salah satunya sikap tidak konsisten. Sikap ini bahkan dapat membuat sesuatu yang seharusnya lancar dan benar, menjadi sebaliknya. Itu sebabnya konsistensi dapat menjaga seorang pemimpin dari kemungkinan bertindak secara emosional.

Lima Langkah Efektif Mencari Kerja

Wanita Bekerja
Quinn Price, penasihat karier, memberikan lima trik mencari pekerjaan baru. Ingin segera keluar dari kantor lama? Cari pekerjaan baru dengan cara yang efektif. Menurut Quinn Price, penasihat karier dan ahli manajemen, melakukan hal detail dalam mencari pekerjaan bisa mempermudah dan mempercepat dapatkan pekerjaan baru.

Price memberikan lima trik detail bagi Anda yang sedang mencari-cari pekerjaan baru. Ketahui trik-triknya yang dilansir dari Thirdage.com, agar Anda bisa cepat mendapatkan pekerjaan.

1. Detail pekerjaan
Dalam curiculum vitae (CV), tuliskan secara jelas detail pengalaman Anda. Buatlah yang membacanya mengerti dan mengetahui kelebihan Anda. Akan lebih baik jika Anda menonjolkan sesuatu yang sangat mereka butuhkan. Jadi tak ada salahnya untuk melakukan sedikit riset dan selalu memperbarui CV sebelum mengirimkannya.

2. Kata kunci

Masukan frase seperti ‘team-oriented problem solver’ saat mengirim surat lamaran secara online atau pun pos. Bukan hanya mencuri perhatian staf divisi  sumber daya manusia menyortir lamaran, tetapi juga membantu resume Anda lebih mudah ditemukan secara online.

3. Jaringan
Manfaatkan semua jaringan yang Anda miliki, mulai dari teman kecil, tetangga, teman sekolah, teman kuliah hingga teman kerja. Lagipula, bagi perusahaan, lebih mudah merekrut seseorang yang sudah dikenal baik oleh karyawannya. Jadi, jangan segan untuk menanyakan lowongan pada orang-orang yang Anda kenal dekat.

4. Kenali kelebihan Anda
Daripada menuliskan banyak hal yang pernah Anda kerjakan sebelumnya, lebih baik tuliskan prestasi menonjol yang pernah dilakukan dalam pekerjaan. Cara ini membuat Anda terlihat lebih fokus menunjukan kelebihan.

5. Lakukan setiap hari
Setiap hari lakukan sesuatu hal yang terkait dengan mencari pekerjaan. Misalnya memperbarui CV, mengirimkan setidak dua lamaran dalam satu hari atau menghubungi teman untuk menanyakan lowongan. Menurut Price, jika dilakukan terus-menerus akan mempercepat Anda mendapatkan pekerjaan baru.

Manfaatkan Emosi Agar Karir Anda Sukses

Wanita Bekerja
Ketahui bagaimana menunjukkan emosi dengan cara yang tepat. Banyak yang mengatakan, jangan terlalu menunjukkan emosi dalam hal profesionalisme. Tetapi, Anne Kreamer, seorang eksekutif  Nickelodeon dan penulis buku 'It’s Always Personal', tidak setuju dengan itu.

Menurut Anne, menutupi reaksi emosi, mengurangi kemampuan seseorang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebaliknya, dengan menunjukan emosi dalam pekerjaan dapat membantu Anda lebih unggul dari yang lain.

Ketahui bagaimana menunjukkan emosi dengan cara yang tepat. Menurut Anne, empat trik berikut bisa mengubah kondisi emosi jadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan karier.

1. Saat merasa marah

Libatkan diri dalam memecahkan masalah bersama. Dengan membiarkan emosi mengalir, bisa jadi cara untuk memunculkan banyak pilihan solusi. Nantinya bisa diputuskan mana yang terbaik. Menurut Anne, jika memang sedang berada di puncak amarah, lebih baik jadwalkan pertemuan individu, bukan dalam rapat besar.

"Waktu yang spesifik dan ruang pribadi terkadang sangat penting untuk mengatur batas emosi sehingga Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mencapai dan menjaga hubungan profesional yang konstruktif," kata Anne, seperti dikutip dari Reader Digest Magazine.
2. Saat merasa gugup
Perasaan gugup bisa datang kapan saja, tetapi jangan mengatasinya dengan menyendiri. Justru manfaatkan untuk meningkatkan kemampuan membuat perencanaan dan berhentilah menunda-nunda pekerjaan.

Biasanya perasaan gugup muncul saat pekerjaan yang diberikan tidak jelas atau berlebihan. Identifikasi rasa gugup dan lakukan hal yang spesifik. Mintalah secara detail pada atasan terkait pekerjaan yang diberikan dan delegasikan beberapa pekerjaan jika memang Anda tak sanggup menyelesaikannya.

3. Saat merasa bahagia
Manfaatkan perasaan bahagia Anda untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas. Itu karena saat perasaan dalam keadaan baik, aktivitas otak akan lebih tinggi.

“Fokus pikiran akan makin tajam, level dopamin yang membuat ketenangan juga akan meningkat, sehingga membuat Anda akan memiliki banyak perspektif dalam memandang suatu masalah," kata Anne.

4. Saat ingin menangis
Menangis karena pekerjaan sebenarnya bukan pertanda kelemahan. Bukan juga menunjukan kalau Anda tidak merasa senang dengan pekerjaan.

“Itu adalah sinyal ada sebuah masalah yang harus segera diatasi. Segera cari tempat yang nyaman jika Anda merasa akan menangis. Lakukan analisis penyebab Anda ingin menangis, jangan biarkan terlalu lama tenggelam dalam emosi," kata Anne.

Rabu, 09 Maret 2011

Membangun Tim Kerja yang Kompak

Tim kerja yang andal
Tim kerja adalah aset yang tak terkira nilainya bagi sebuah perusahaan. Sebab, di tangan kelompok yang terdiri dari beberapa orang inilah nasib perusahaan ditentukan. Jika tim bekerja efektif, perusahaan tumbuh dengan baik seperti yang diharapkan. Bila tidak, maka sebaliknya.

Tugas seorang pemimpin adalah membina mereka agar dapat menampilkan produktivitas yang maksimal dengan memberinya pedoman, arahan, motivasi, dan ispirasi agar apapun tugas yang Anda delegasikan dapat dilaksanakan dengan baik.

Tapi, tentu saja, karena tim terdiri dari beberapa orang, membinanya bukanlah hal yang mudah. Ini triknya agar membangun tim kerja yang kompak:

Bentuk identitas bersama

Setiap tim yang kuat membutuhkan identitas solid yang disepakati bersama. Identitas tersebut bisa sekadar nama, logo, warna, yel-yel, mars, pin, maskot, dan lain sebagainya. Agar identitas tersebut dapat menambah kekompakan tim sebaiknya setiap anggota tim merasa terlibat dan memunculkan rasa memiliki.

Identitas dibutuhkan karena hal ini adalah perangkat dasar untuk pembentukan jati diri bukan saja pribadi melainkan juga terhadap kelompok.

Perkuat misi dan tujuan

Setelah sebuah identitas terbentuk langkah berikutnya adalah memperkokoh pondasi dengan mengilhami seluruh anggota tim dengan alasan keberadaan tim tersebut atau bahasa umumnya misi.

Setelah itu, dilanjutkan dengan menetapkan tujuan bersama. Dengan begitu setiap anggota tim yang terlibat tahu arah tujuan sehingga membangkitkan insiatif untuk berkontribusi demi tercapainya tujuan bersama tadi.

Pemimpin yang menjadi teladan

Sebuah tim akan rapuh tanpa kepemimpinan yang kuat dan efektif. Pemimpin seperti ini jangan digambarkan sebagai pemimpin yang tegas, disiplin dan otoriter. Pemimpin yang kuat dan efektif di era knowledge workers saat ini adalah pemimpin yang menjadi teladan, dan pemimpin yang memberi contoh. Bukan pemimpin yang sekadar memberi perintah dan mengawasi dari balik dinding ruang kerjanya saja.

Lewat keteladanan dari pemimpin model ini daya juang tim akan terus di posisi prima guna memperjuangkan tujuan bersama.

Selasa, 08 Maret 2011

Sukes Wawancara dengan Busana Tepat

Saat datang untuk wawancara demi mendapatkan pekerjaan impian, Anda dinilai bukan hanya dari latar belakang dan pengalaman. Tetapi secara keseluruhan, termasuk penampilan.

Sangat penting untuk menyesuaikan gaya pakaian dengan posisi yang Anda incar. Untuk itu ketahui cara berpakaian sesuai industri dan posisi, menurut para pakar karir, seperti dilansir dari Divine Caroline.

- Teknologi

"Jika Anda mendaftar untuk posisi teknis, Anda tidak perlu mengenakan setelan lengkap," kata Carole Martin, penulis buku "Boost Your Interview IQ".

Cukup kenakan kemeja berkerah dan padukan dengan celana khaki atau celana panjang. Jika ingin tampil lebih feminim tidak masalah untuk mengenakan rok, tetapi pastikan tidak terlalu mini. Apabila Anda melamar untuk posisi yang lebih tinggi, berpakaianlah lebih resmi dan rapi.

"Berpakaianlah dengan sangat rapi untuk posisi yang lebih tinggi. Tidak ada pengecualian," kata David Perry, penulis buku "Career Guide for the High-Tech Professional".

- Keuangan

Bagi Anda yang ingin melamar untuk posisi dalam divisi keuangan, gunakan pakaian seprofesional mungkin. Jangan sampai pada pakaian Anda terdapat noda atau kancing yang copot.

"Teliti dan detail adalah orang yang dicari dalam mengatur keuangan," kata Pamela Holland, salah satu penulis buku "Help! Was That a Career Limiting Move?".

- Sumber Daya Manusia

Orang yang dibutuhkan untuk divisi sumber daya manusia adalah orang yang berwibawa, penuh inisiatif dan profesional. Jadi, pilih pakaian yang menunjukan kewibawaan Anda. Setelan lengkap dengan blazer adalah pilihan yang tepat.

"Menunjukan wibawa sangat penting, karena Anda akan berhadapan dengan berbagai orang untuk menyelesaikan masalah," kata Carole Martin.

- Penjualan

Setelan lengkap dan rapi harus Anda gunakan jika ingin melamar pekerjaan di divisi penjulan. Itu karena Anda akan berhadapan dengan banyak klien dan pelanggan. Tetapi gaya busana nantinya bisa disesuaikan dengan produk yang akan dijual. Jika produk yang Anda jual diperuntukan bagi anak muda, kemungkinan gaya busana akan lebih kasual.

Tiap industri dan divisi biasanya memiliki kebiasaan sendiri dalam hal berpakaian. Ada baiknya Anda melakukan sedikit riset untuk mengetahui bagaimana gaya berbusana perusahaan yang Anda incar.

Minggu, 06 Maret 2011

5 Rahasia Dapatkan Promosi Pekerjaan

Wanita Bekerja
Tidak hanya perfomance dan kepintaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan promosi pekerjaan di perusahaan. Penampilan Anda pun menjadi salah satu faktor penting yang dapat menunjang karier. Penampilan yang meyakinkan dapat memengaruhi perlakuan orang lain terhadap Anda.

Newsweek menemukan bahwa dalam mempekerjakan seorang manajer, perusahaan-perusahaan melakukan penilaian terhadap penampilan lebih dulu sebelum pengalaman kerja dan kepercayaan diri.

Untuk membantu mendapatkan promosi pekerjaan yang cocok bagi Anda, make up artis Carmidy dari 'What Not to Wear,' dan fitness consultant Ashley Borden memberikan tips untuk Anda seperti dikutip oleh lama Yahoo! Shine.

1. Gunakan mantra
Berpikiran positif adalah sebuah kunci sukses dalam bekerja. Menurut Carmidy, kecantikan tidak akan terlihat walaupun Anda menggunakan make up tanpa berpikiran positif. Bicaralah pada diri sendiri sebuah kata-kata positif yang dapat memotivasi Anda untuk beraktivitas. "Anda harus menyebutkan mantra-mantra positif di depan cermin setiap hari, dan make up pun akan menyempurnakan inner beauty Anda," ujarnya.

2. Pertegas keunikan Anda
"Jangan jadi budak tren. Ciptakan gaya Anda sendiri, sesuatu yang unik agar Anda diingat," ujar Carmidy. Memiliki ciri khas tertentu dalam berpenampilan sangat efektif dalam memberikan pesona yang kuat.

3. Budayakan tersenyum
Berdasarkan American Journal of Psychology, orang yang selalu tersenyum terlihat lebih pintas, tulus, dapat dipercaya, dan percaya diri dari pada yang terlihat terlalu serius. Oleh karena itu, pastikan gigi Anda terawat dan putih bersih. Untuk menjaga gigi tetap bersih, Anda dapat memakan wortel, apel, seledri, selada saat jauh dari sikat gigi. Makanan-makanan tersebut mampu menghilangkan plak-plak pada gigi dan menjaganya tetap bersih.

4. Gunakan warna yang sedikit berani pada bibir Anda

Anda tentu ingin terlihat sederhana, namun tetap menampilkan rasa percaya diri dan keprofesionalan Anda. "Gunakan tata rias yang sesuai, percaya diri, dan tidak berlebihan. Warna berani pada bibir seperti merah dapat membuat orang lain memperhatikan bibir Anda, jadi mereka akan mendengarkan Anda," ujar Carmidy.

5. Perhatikan kesehatan rambut

Rambut yang indah tentu akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Usahakan untuk selalu merawatnya. Jangan lupa untuk menutup uban Anda dengan melakukan pewarnaan.

Jumat, 18 Februari 2011

Rahasia Sukses Menghadapi Wawancara Kerja

Tak akan ada wawancara kerja yang berlangsung mulus tanpa cela. Kekurangan akan selalu tetap ada. Namun persiapan matang akan mengubah kegugupan Anda saat wawancara, menjadi kesuksesan. Beberapa kiat berikut ini bisa membantu Anda.

Persiapan penampilan
Kepercayaan diri adalah hal terpenting dalam melakukan wawancara kerja. Penampilan adalah salah satu hal yang dapat meningkatkan percaya diri. Untuk itu tak ada salahnya untuk mempersiapkan penampilan Anda secara serius.

Yang pertama harus Anda lakukan adalah mengenal kultur dari perusahaan. Bagaimana cara berpakaian di sana. Apakah formal, atau santai? Perlu diingat, sesantai apapun kultur berbusana yang berlaku di perusahaan itu, bukan berarti Anda juga boleh mengenakan pakaian santai saat wawancara. Hal ini bisa menjadi nilai keseriusan Anda. Jika tak ingin tampil terlalu formal, lebih baik pilihlah jeans berwarna gelap yang dipadukan dengan kemeja dan blazer pendek. Jangan pernah memakai sandal jepit. Tetaplah berlaku profesional.

"Intinya, pelajari dulu kultur perusahaan tempat kita akan wawancara. cari tahu apa yang biasa dikenakan di sana. lalu pakailah pakaian jenis itu, namun dengan sentuhan pribadi yang menarik dan kreatif," ujar desainer Musa Widyatmodjo Yahoo! Style Factor.

Musa juga memberi saran dalam pemilihan warna busana saat wawancara. Menurutnya, "Hindari warna hitam. Saya jamin, hampir semua orang yang diwawancara memilih warna hitam. Berlakulah lebih cerdas sehingga memberikan kesan lebih mendalam. Misalnya memilih warna cokelat, biru, merah dan sebagainya," ujarnya.

Setelah selesai memilih busana, kini saatnya Anda mempersiapkan diri. Tak perlu menata rambut secara heboh dengan sasakan tinggi dan sanggul. Bisa-bisa Anda justru telihat seperti akan datang ke pesta. Cukup cuci bersih rambut Anda dan keringkan secara alami. Kebersihan rambut juga melupakan nilai tambah untuk penampilan.

Untuk make up, pilihlah yang natural dan jangan berlebihan. Bedak tipis, blush on berwarna natural, maskara serta lip balm cukup membuat Anda tampil segar saat wawancara.

Mengenal perusahaan
Sehari sebelum wawancara dilakukan, lakukanlah sedikit 'penelitian' mengenai perusahaan tempat Anda melamar. Hal ini akan membuat Anda mengenal perusahaan tersebut lebih dalam. Hal ini akan membuat si pewawancara terkesan. Selain itu, ini juga dapat dijadikan sebagai tanda bahwa Anda memang tertarik untuk berkarir di perusahaan tersebut.

Melakukan simulasi
Tak ada salahnya untuk meminta sahabat atau kerabat untuk berpura-pura menjadi pewawancara Anda. Minta mereka untuk menanyakan hal-hal yang mungkin menjadi soal saat interview. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga saat wawancara nanti.

Jangan terlambat
Jangan pernah terlambat datang saat wawancara kerja. Perasaan panik menjelang wawancara akan membuat kepercayaan diri Anda terganggu. Wawancara kerja pun berjalan tidak lancar. Minimal datanglah setengah jam sebelum waktu wawancara. Dengan datang lebih dulu, Anda juga memiliki kesempatan untuk merapikan penampilan, menenangkan diri serta beradaptasi dengan tempat wawancara.

Bahasa tubuh, senyuman dan kontak mata
Saat wawancara berlangsung, jangan lupakan bahasa tubuh Anda. Tunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan. Tegakkan tubuh, kontak mata saat berbicara dan jangan lupa untuk tersenyum, agar ketegangan Anda berkurang. Tapi jangan lakukan dengan berlebihan, karena hanya akan membuat Anda terlihat aneh.

Tunjukkan pula bahwa Anda adalah orang dengan kepribadian yang hangat dan menyenangkan. Caranya mudah, cukup sambut jabatan tangan si pewawancara dengan tegas namun hangat. Hal itu juga menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang percaya diri.

Jujur
Jawablah semua pertanyaan dengan jujur. Wawancara memang ajang untuk menunjukkan nilai lebih Anda. Namun tak perlu juga berbohong dan berlebihan. Hal ini justru akan membuat jebakan bagi diri sendiri.

Kamis, 10 Februari 2011

Tips Agar Tak Menyesal Pindah Kerja

 
Wanita Karier

Mencari pekerjaan sering diibaratkan membeli kucing dalam karung. Anda tidak tahu apa yang akan Anda hadapi saat menjalani pekerjaan nanti.

Oleh karena itu, Sebelum menyetujui sebuah kontrak kerja, pastikan terlebih dulu apakah Anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut atau tidak. Caranya, lakukan analisis kecil-kecilan terhadap jenis pekerjaan Anda. Apa saja yang harus Anda analisis?

1.  Keuntungan

Perhatikan keuntungan apa saja yang akan didapat jika bekerja di tempat kerja baru. Mulailah dengan menganalisis seberapa besar yang Anda dapatkan untuk tunjangan kesehatan, dana pensiun, dan apakah kompensasi tersebut cocok dengan kontribusi yang akan Anda berikan.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan sistem reimburse, bonus, jam kerja, dan alat-alat yang Anda dapatkan untuk menunjang pekerjaan.

2.  Lokasi dan transportasi

Perhatikan lokasi tempat kerja baru. Jika lokasinya berada jauh dari rumah Anda, bandingkanlah biaya transportasi pulang pergi dengan kemungkinan Anda dapat mencari tempat tinggal yang lebih dekat dengan harga murah.

Jika tidak ada kemungkinan Anda untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih dekat, hitunglah biaya yang Anda keluarkan untuk transportasi. Pastikan biaya tersebut masih dapat ditutupi dengan gaji. Dan, perhitungkan juga apakah Anda masih dapat menabung atau tidak.

Pastikan juga Anda termasuk orang yang tidak mudah mengeluh akibat kondisi jalan yang macet karena stres di pagi hari akibat kemacetan jalan dapat mempengaruhi mood bekerja. Selain itu, hitunglah berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk pergi dan pulang dari kantor.

3. Kesempatan berkembang

Tidak ada seorang pun yang mau hanya berujung pada satu posisi dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kualitas hidupnya. Jadi, jangan sungkan untuk menanyakan pada interviewer Anda, apakah pekerjaan yang ditawarkan memiliki kesempatan yang besar untuk mengembangkan potensi diri dan kesempatan untuk naik jabatan.

4.  Lingkungan kerja

Anda akan bekerja selama 9 jam selama 5 hari setiap minggu, berarti Anda menghabiskan hampir seluruh waktu Anda di kantor. Karena itulah, ada baiknya pastikan apakah lingkungan kerja di kantor baru cocok dengan Anda. Lihatlah lingkungan kerja dari dress code, budaya kerja (menuntut kerja cepat atau dapat dilakukan dengan santai, hirarki atau lebih demokratis), apakah visi dan misi perusahaan cocok dengan Anda, kekeluargaan, kerja tim atau individu.

Pasti akan sulit mengetahui lingkungan kerja dari interview yang sifatnya sangat formal. Namun, Anda dapat menanyakan pengalaman kerja pada pekerja yang sudah terlebih dahulu bergabung sebelum menerima tawaran kerja tersebut.

5. Keamanan kerja

Sebagai pekerja sangatlah penting untuk mengetahui sistem keamanan pekerja. Asuransi, apakah perusahaan tersebut mapan dan tidak memiliki tanda-tanda akan bangkrut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan.

Tentu Anda tidak menginginkan mata pencaharian Anda hilang begitu saja akibat perusahaan yang pailit.

6. Di mana Anda akan berada sepuluh tahun mendatang?

Jika semua telah Anda analisa, waktunya bertanya pada diri Anda sendiri. Apa yang Anda ingin capai sepuluh tahun mendatang? Memang terdengar klise, namun ini penting untuk mengetahui apakah pekerjaan yang ditawarkan dapat membawa Anda pada tujuan hidup Anda.

Jika semua sudah cocok, maka Anda akan mencintai pekerjaan baru ini dan akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkan.

Kamis, 09 Desember 2010

Tips & Trick Membuat/Menulis Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae atau Resume)


Tips & Trick Membuat/Menulis
Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae atau Resume)

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.
Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.
Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).
A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)
1. Identitas (Data Pribadi)
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).
Khusus untuk e-mail, sebaiknya anda memilikinya. Jika tidak memilikinya, anda dapat membuat alamat email di
Gmail, Yahoo, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.
2. Pendidikan
Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).
3. Kemampuan
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.
4. Pengalaman kerja
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.
5. Pengalaman Organisasi (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.
6. Referensi Kerja (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).
7. Pengalaman lain yang menunjang (bila ada)
Cantumkan pengalaman lain yang menunjang "promosi anda". Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi pemrogram komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.
B. Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung
1. Gunakan kertas putih polos
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.
2. Diketik dengan huruf standar surat resmi
CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.
3. Foto terbaru
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).
4. Dokumen pendukung
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV (resume), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.
Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda "terpaksa" melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.

Beberapa Saran Penting
Jujur, Jangan Berbohong
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.
Jumlah Halaman
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah.
Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.
Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan
Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.
Eksplisit (Gamblang, Jelas)
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh sederhana : Di CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta.
Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Sumber : Yayasan KPT, Hilmy AAP, CV. Flamboyan, Anna T. Yuliati, dsb.

Selasa, 07 Desember 2010

Tips sederhana dalam menyusun surat lamaran.

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan pada saat menyusun surat lamaran.
  • Sertakan Resume. 
Sertakan resume yang baik pada saat mengirimkan surat lamaran
  • Pergunakan ukuran kertas standar.
Biasanya ukuran standar adalah ukuran kuarto (letter).
  • Pergunakan kertas warna putih.
Jangan gunakan kertas berwarna, karena akan mengurangi kesan profesional.
  • Pergunakan kertas dengan kualitas standar.
Kertas yang biasa digunakan untuk surat menyurat di kantor sudah cukup, kecuali untuk posisi tertentu dapat memakai kualitas yang lebih baik seperti kertas Concorde bermotif maskulin.
  • Pergunakan tinta hitam.
Penggunaan warna tinta selain hitam akan menghilangkan kesan formal, dan bahkan dianggap tidak sesuai dengan kaidah dan etika surat-menyurat resmi. Anda tidak ingin dianggap hanya sekedar iseng melamar bukan?
  • Cukup satu halaman.
Buatlah secara singkat dan padat. Hindari surat lamaran yang panjang dan bertele-tele.
  • Tunjukkan Rasa Percaya Diri.
Tunjukkan bahwa kita punya cukup rasa percaya diri, tetap jangan sampai terlihat arogan.
  • Kaidah berbahasa.
Pergunakan kata-kata yang sopan dan wajar dan sesuai dengan kaidah bahasa. Jika ditulis dalam Bahasa Indonesia, harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Jika ditulis dalam bahasa Inggris, perhatikan Grammar dan ejaannya.
  • Mudah dipahami.
Hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak biasa atau sulit dimengerti oleh orang lain. Asumsikan bahwa pembaca surat lamaran kita adalah orang awam, sehingga sedapat mungkin gunakan istilah-istilah yang umum dipakai saja.
  • Cek kembali.
Setelah anda selesai menulis surat lamaran, disarankan untuk membaca dengan teliti beberapa kali. Bacalah dengan perlahan-lahan keseluruhan isi surat. Temukan kesalahan yang umum terjadi, seperti kesalahan penulisan, ejaan, penggunaan kata yang sama secara berulang-ulang, atau istilah yang kurang tepat.
Sebuah kesalahan kecil dalam surat lamaran akan berakibat turunnya kredibilitas kita di mata pihak yang membacanya, karena menunjukkan bahwa kita tidak teliti dan kurang profesional.

Tips & Trick Menulis dan Mengirim Surat Lamaran Kerja via EMAIL

Tips & Trick Menulis dan Mengirim
Surat Lamaran Kerja via EMAIL


Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengijinkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar.
Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mengirimkan balasan surat lamaran berbentuk email tersebut ke para pelamarnya.
Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah anda dapat mengkopi email lamaran anda sebelumnya dan menyesuaikannya.
Isi surat lamaran di email, sama dengan isi surat lamaran biasa. Perbedaaannya hanya pada cara pengirimannya saja. Sehingga semua tips & trick menulis surat lamaran kerja (silakan klik) tetap perlu anda ikuti.
Berikut ini tips dan trick menulis dan mengirimkan surat lamaran di email.
1. Judul Email
Judul email anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, anda dapat menuliskannya sebagai berikut "Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran".
Catatan : Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.
2. Dimana Surat Lamaran Ditulis
Apakah surat lamaran ditulis di badan email atau di file tersendiri. Sesuai ketentuan umum berbagai perusahaan yang bergerak di bidang recruiting baik perusahaan nasional maupun multinational. Bahwa surat lamaran (cover letter) dapat langsung ditulis pada badan email (di dalam email).
3. Bagaimana dengan Resume
Jangan menulis resume anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran (attach) email anda.
4. Jenis File Attach yang Dikirim
Pada umumnya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerjanya, jenis file yang boleh anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan anda untuk mengirimkan file berformat pdf atau xls atau txt. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume anda dalam file MS Word (.doc).
5. Ukuran/Bobot (Size) Email
Usahakan ukuran email anda termasuk lampirannya (attach) tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach (dilampirkan). Karena itu periksa besar file yang anda lampirkan. Jika anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang size-nya (bobot filenya) terlalu besar. Perkecil size-nya (bobot filenya) dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.
6. Dijadikan Satu dalam Bentuk ZIP
Bentuk file zip adalah bentuk file yang dimampatkan (dipadatkan) dan saat ini sudah umum dilakukan. Bahkan banyak perusahaan yang meminta agar file-file yang dilampirkan (di attach) dijadikan satu dalam sebuah file zip. Sehingga selain size-nya (ukuran file) menjadi lebih kecil/ringan, juga jumlah file yang dikirim (di attach) menjadi hanya satu file. Ini memudahkan pihak perusahaan dalam mendokumentasikan dan menyortir file-file dari pelamar.
7. File Attach yang Terlalu Besar Akan Diabaikan
Dapat anda bayangkan sendiri, bila anda menerima kiriman file di email yang size-nya besar, misalkan sampai lebih dari 1 MB.
Tentunya anda malas untuk membukanya (men-download-nya). Demikian juga dengan perusahaan yang menerima email lamaran kerja anda.
Bila file attach-nya terlalu besar, otomatis perusahaan tersebut akan malas untuk membuka/mendowload file kiriman anda. Dengan kata lain anda telah gagal hanya di masalah pengiriman email saja. Jadi ikutilah tips nomor 5 di atas.
8. Lakukan Uji Coba Pengiriman Email
Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, anda juga perlu melakukan uji coba pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran anda, lengkap dengan attachment-nya ke alamat email anda yang lainnya. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang anda tuju.
Dengan melakukan uji coba terlebih dulu, maka anda dapat melihat sendiri hasil pengiriman email anda tersebut. Untuk kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan bila diperlukan.
Uji coba pengiriman email ini SANGAT DIPERLUKAN. Karena sering kali format email yang anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Misalkan mengirimkan email dari Yahoo ke Gmail, atau sebaliknya.
Jika anda hanya mempunyai satu alamat email, anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo, Gmail, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.
Sumber : Putri Rahayu, Taufik Anwar, Arief Budiman, dsb

Tips & Trick Menulis Surat Lamaran Kerja/Pekerjaan - Artikel 5

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik.
1. Impresif
Tampilkan jati diri kita secara menarik. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah.
2. Menarik minat calon atasan
Kesan pertama sangat penting. Usahakan untuk menyusun surat yang ketika seseorang mulai membacanya, akan langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita
3. Menyebutkan kualifikasi yang diraih
Prestasi kerja maupun pengalaman yang sukses harus disebutkan, untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi dan pengalaman yang patut dipertimbangkan.
4. Menggunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas dan padat
Gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas. Kita mempunyai kesempatan untuk menjabarkan semuanya dalam kesempatan wawancara. Untuk saat ini, buatlah penjelasan yang singkat tetapi efektif.
5. Kalimat yang efektif
Hindari kalimat yang tidak efektif, kalimat yang diulang-ulang tanpa alasan, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. Yang sering terjadi adalah penggunaan kata keterangan yang berulang-ulang, atau kata sambung yang berulang-ulang, yang menyebabkan kalimat terasa janggal, yang persis seperti kalimat yang sedang anda baca saat ini, yang menggunakan kata sambung "yang" secara berulang-ulang dan berlebihan.
6. Bahasa Indonesia saja
Jika tidak diminta, hindari penggunaan bahasa Inggris, terutama jika kemampuan bahasa Inggris kita kurang baik. Jika bahasa Inggris kita bagus, boleh saja membuat surat lamaran berbahasa Inggris, yang tentu saja merupakan sebuah "nilai plus" bagi kita.
7. Tujuan dan alasan melamar.
Cantumkan tujuan dan alasan kita melamar. Biasanya tujuan yang sering disebutkan dalam surat lamaran adalah bahwa kita mempunyai kemampuan dan pengalaman yang memadai dalam bidang pekerjaan tertentu, dan dengan bergabungnya kita ke suatu perusahaan akan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perusahaan tersebut.
8. Kerapihan.
Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapih, tidak kusut, tidak tebal dan tidak mudah terkoyak. Jangan menulis atau mencetak dengan tinta yang terlalu tipis agar surat lamaran mudah dibaca, dan hindari penggunaan tippex.
9. Tulis tangan atau komputer ?
Lebih baik menggunakan komputer, kecuali perusahaan yang kita tuju mensyaratkan agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Agar diperoleh kualitas tulisan yang setara dengan kualitas tulisan dari mesin cetak, sebaiknya gunakan printer inkjet atau laser, dan hindari penggunaan printer dot matrix karena akan memberi kesan kita orang yang tertinggal dalam hal teknologi. Gunakan jenis font standar, seperti Times New Roman untuk memberi kesan formal.
Sumber : ngelamar.com

Tips & Trick Menulis Surat Lamaran Kerja/Pekerjaan - Artikel 4

Banyak perusahaan yang memandang surat lamaran atau cover letter sebagai bagian terpenting dari seluruh dokumen lamaran anda. Karena itu penting sekali bagi anda untuk menuliskan surat lamaran yang baik.
1. Kesan Individual
Jika anda berencana mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan pastikan anda menuliskan nama perusahaan yang benar pada surat lamaran anda.
Selain itu perlu juga anda membuat surat lamaran yang ditujukan pada seseorang. Gunakan nama dan jabatan yang spesifik jika mungkin.
Di Internet tersedia banyak contoh surat lamaran. Jangan hanya mengkopi contoh-contoh tersebut. Ubahlah sesuai dengan keperluan anda.
2. Singkat, Padat, dan Jangan bertele-tele
Tuliskan surat anda dengan singkat dan padat. Gunakan bahasa yang mudah. Gunakan kata-kata yang biasa dipakai (umum). Tidak perlu berusaha untuk mengesankan pembaca anda dengan menggunakan kata-kata yang sulit.
Jangan menulis surat lamaran anda lebih dari satu halaman. Perusahaan mungkin menerima belasan bahkan ratusan surat lamaran. Surat lamaran yang terlalu panjang tidak efektif.
3. Rapi dan Bersih

Sedapat-dapatnya gunakan program komputer untuk menuliskan surat lamaran anda. Dengan begitu anda dapat menuliskan surat lamaran yang rapi dan bersih sehingga mudah dibaca.
Hindari menulis surat lamaran dengan tulisan tangan. Hindari menggunakan tip-ex atau sejenisnya dalam surat lamaran anda.
4. Isi
Dalam surat lamaran anda, ada beberapa hal yang perlu dituliskan :
Pembukaan : Sebutkan dimana anda mendapatkan informasi tentang lowongan kerja tersebut. Contohnya, anda bisa menyebutkan bahwa anda mengetahui lowongan kerja tersebut dari iklan di surat kabar, iklan di Internet, atau dari seorang teman anda.
Pekerjaan anda sekarang : Ceritakan secara singkat posisi dan bidang pekerjaan anda saat ini. anda juga perlu menceritakan secara singkat pencapaian utama anda dalam pekerjaan tersebut. Agar memberikan gambaran yang lebih baik, berikan informasi secara kuantitatif. Misalnya, "Saya membawahi lima orang junior manager". Yang perlu anda perhatikan di sini, tuliskan hanya hal-hal yang relevan dengan pekerjaan yang anda lamar. Baca dengan baik persyaratan yang dibutuhkan dalam iklan lowongan pekerjaan tersebut. Jika pekerjaan yang anda lamar adalah di bidang marketing research, anda mungkin tidak perlu menceritakan pencapaian anda di bidang logistik.
Pendidikan : Jika latar belakang pendidikan perlu diinformasikan, tuliskan secara singkat pendidikan tertinggi anda. Jika anda pernah mendapatkan pendidikan di sekolah yang cukup dikenal, ada baiknya anda menuliskannya di surat lamaran.
Penutup : Dalam penutup ingatkan pembacanya bahwa anda mempunyai keinginan kuat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Ada baiknya anda menyatakan kapan saat terbaik anda bisa dihubungi untuk proses selanjutnya. Dan jangan lupa ucapkan "Terima kasih".
5. Proof Read
Proof read artinya membaca kembali seluruh tulisan anda dan memastikan semuanya sudah benar. Pastikan tidak ada kesalahan pengejaan, tidak ada kata-kata yang diulang atau repetitif, dan tata bahasa (grammar) yang digunakan sesuai. Dalam program MS Word anda bisa menggunakan spell dan grammar checker, gunakanlah. "Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh pekerjaan".
Sumber : infokerjas.blogspot.com